
BATAM – Penumpang kapal roro KM. Citra Mandala Abadi GT. 580 N.201/L. 1980 B. N.5027/L. Jurusan Pelabuhan Sei Pakning ke Pelabuhan Telaga Punggur Batam mengaku kecewa.
Pasalnya, diluar dari tiket, penumpang harus membayar matras yang disediakan di atas kapal seharga Rp. 50.000 per kasur.
“Tadi kami minta dua kasur, tapi kami bayar seratus lima puluh ribu rupiah karena ada disebelah kami satu kasur yang tidak dipakai, udah gitu panas kali lagi, ac tidak ada yang hidup, tv nya juga tidak hidup,” ujar seorang penumpang bernama Tio Kepada Indonesia Parlemen, Selasa (3/8/2021).
Dia berujar, karena membawa balita sehingga memaksanya menggunakan kasur lipat.
“Kami kan bawa bayi, gak mungkin lah kami berdiri atau duduk satu malaman, kalau mau tidur gak mungkin juga dilantai ini pak, kami juga pulang kampung karena kemalangan kok, bukan sekedar liburan atau jalan jalan,” pungkasnya dengan wajah kecewa.
Hal senada disampaikan oleh Lia, seorang penumpang yang juga membawa bayi.
“Sementara kami berangkat dari Batam menuju Pakning tidak ada biaya tambahan di kapal atau sewa matras, kasur disediakan tanpa harus sewa,” ucap ibu paruh baya itu.
Saat dikonfirmasi, Evarwaldi selaku Chief Officer bersama Irsyad selaku Pjs. Nahkoda membenarkan bahwa management kapal menyediakan kasur bagi para penumpang dengan kata sewa seharga lima puluh ribu rupiah per kasur yang ditagihkan oleh penjaga kantin kapal.
“Kasur memang sewa, karena kita tidak bisa untuk tagih kebawah, jadi bagian kantin aja yang kami masukkan disuruh untuk nagih bagian kasur itu,” jelas Evarwaldi selaku management kapal.
Dia berujar, kapal memang tidak menyediakan fasilitas kasur lipat untuk penumpang.
“Kita swasta bukan BUMN,” kata Irsyad Pjs. Nahkoda saat ditemui di ruang Nahkoda, Rabu (4/8/2021).
Tak hanya itu, harga tiket kapal juga dijual dengan harga yang berbeda-beda dan lebih mahal dari harga asli yang tertera pada tiket.
“Kami beli tiket di loket mobil Simpati Dumai, empat ratus ribu per orang, travel ngantar kami ke pelabuhan, antigen dua ratus disitu juga, jadi kami bayar satu juta dua ratus ribu berdua dari Dumai sampai Batam,” Ucap Br. Hutagalung, seorang wanita lansia yang menjadi penumpang.
Penumpang lainnya mengaku membeli tiket kapal dari loket mobil Indah Karya seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah per orang.
“Kami beli tiket tadi dua ratus lima puluh ribu per orang sama ongkos travel dari Dumai ke Pelabuhan,” Kata pria paruh baya.
Diketahui, harga tiket kapal yang tertera dalam tiket penumpang tertulis jumlah total sebesar Rp.108.000,- per tiket.
Reporter: Tim Redaksi











Tinggalkan Balasan