PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 16 Desember 2025 merilis total korban terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai sekitar 1.053 orang.
Wakil Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Waketum MPP ICMI) Priyo Budi Santoso, mengunjungi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Rabu (17/12/2025).
Hal ini sebagai bagian dari misi kemanusiaan ICMI terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Khusus di Sumatera Barat, BPBD mencatat korban tersebar di beberapa daerah. Di Kabupaten Agam, tepatnya Kecamatan Palembayan dan sekitarnya, tercatat sebanyak 55 orang terdampak. Sementara di Kota Padang Panjang, korban tercatat sebanyak 31 orang di sekitar aliran Sungai Batang Anai. Adapun di Kabupaten Padang Pariaman, satu orang dilaporkan terdampak di aliran Sungai Batang Anai.
Priyo Budi Santoso menyampaikan bahwa ICMI turut bergotong royong meringankan beban masyarakat dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Setelah MPP ICMI melepas keberangkatan Badan Reaksi Cepat (BARET) ICMI pada Minggu, 14 Desember 2025, tim langsung bergerak menuju Sumatera Barat untuk melakukan aksi kemanusiaan.
“Tim BARET ICMI mulai melakukan respons cepat sejak 15 Desember 2025 hingga saat ini di sejumlah lokasi terdampak, antara lain Jorong Bancah, Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kemudian Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman, serta Kelurahan Sungai Gadang, Kecamatan Nanggalo, dan Pasar Usang di Kota Padang,” ujar mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Priyo mengaku sangat prihatin melihat langsung kondisi para korban, khususnya dari sisi psikologis masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Menurutnya, kehadiran langsung relawan di lapangan sangat penting untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan nyata.
Sementara itu, Ketua Umum BARET ICMI Lili Erawati menjelaskan bahwa kehadiran tim di lapangan merupakan amanah langsung dari Ketua Umum ICMI Arief Satria. Saat ini, BARET ICMI masih berada di Sumatera Barat untuk menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Kami melaksanakan dapur umum, trauma healing, pengobatan gratis, serta distribusi bantuan langsung kepada masyarakat di lokasi bencana,” kata Lili Erawati.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan kemanusiaan tersebut terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, antara lain Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, dan Bupati Padang Pariaman John Kennedy Aziz. Menurutnya, pemerintah daerah terus fokus melakukan pembenahan dan penanganan wilayah terdampak bencana.
Usai menyelesaikan misi di Sumatera Barat, BARET ICMI dijadwalkan melanjutkan kegiatan kemanusiaan serupa ke Sumatera Utara dan Aceh.
Reporter: Syahrudin











Tinggalkan Balasan